BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kejenuhan yang ditimbulkan karena
selama ini proses pembelajaran selalu di lakukan di dalam kelas, merupakan
latar belakang munculnya konsep belajar di luar kelas atau yang lebih dikenal
dengan Aktivitas Luar Kelas. Pendidikan yang selalu dilakukan di kelas selama
ini sangat berpotensi menimbulkan kebosanan bagi siswanya, sehingga
pengembangan dari aktivitas luar kelas sangatlah perlu dilakukan. Karena
aktivitas luar kelas bisa dijadikan sarana alternatif dalam peningkatan
kualitas manusia yaitu melalui alam.
Dengan alam kita bisa melakukan apa
saja termasuk mengembangkan pengetahuan dan melakukan proses belajar yang tidak
kalah efektif dengan proses belajar yang dilakukan dalam kelas. Proses belajar
pada kegiatan luar kelas pada dasarnya adalah dengan memberikan kesempatan
seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman langsung dalam rangka penguasaan
terhadap:
1. Konsep
bunyi dan pengetahuan yang berkaitan dengan manusia dan sumber-sumber alam
2. Kecakapan
hidup yang menghasilkan kesehatan, sejahtera, kreatif dan refreshing way of
living
3. Sikap
positif yang merefleksikan harmoni manusia dan alam
Pergaulan
merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan
individu,dapat juga oleh individu dengan kelompok. Pergaulan mempunyai
pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan
yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang
positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa
kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif.
Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal
itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati
dirinya.Pergaulan ini kebanyakan terjadi pada seorang remaja.
Remaja
berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh
menjadi dewasa. Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena
tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Remaja
diamana merupakan calon penerus bangsa yang diharapkan dapat membangun dan
memajukan bangsa dengan menerapkan nilai-nilai yang ada dalam Pendidikan.
Namun, pada kenyataanya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia berdampak pada
pola pikir dan gaya hidup remaja, yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada
remaja di Indonesia saat ini.Karena seorang individu atau remaja sukanya
bergaul maka muncullah yang namanya pergaulan bebaspada diri remaja.
Pergaulan
bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia
adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan
hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal
relationship). bebas diidentikan sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau
bisa juga disebut pergaulan liar. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan
sebagai melencengnya pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar , pergaulan
liar.
B. Tujuan Penulisan
adapun
tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk mengetahui pemahaman dan
pengertian Aktivitas diluar kelas dan Masalah Pergaulan bebas
BAB
II
PEMBAHASAN
I. Aktivitas Diluar Kelas
A. Pengertian
Aktivitas Luar Kelas
Pendidikan luar kelas merupakan
aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/ sekolah dan di alam
bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan
pertanian/ nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta
pengembangan aspek pengetahuan yang relevan (Arief Komarudin, 2007). Dalam
pengertian lain, Aktivitas Luar Kelas merupakan pendidikan yang dilakukan di
luar ruang kelas atau di luar gedung sekolah, atau berada di alam bebas,
seperti: bermain di lingkungan sekitar sekolah, di taman, di perkampungan
nelayan/daerah pesisir, perkampungan petani/persawahan, berkemah, petualangan,
sehingga diperoleh pengetahuan dan nilai-nilai yang berkaitan dengan aktivitas
alam bebas. Dari dua pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa aktivitas luar
kelas adalah proses pembelajaran yang dilakukan di luar kelas atau alam bebas,
dengan memanfaatkan peralatan yang ada sehingga dapat memunculkan kreatifitas
dan memperoleh pengetahuan serta rekreasi.
B. Konsep
Utama dalam Pendidikan Luar Kelas
Melalui sudut pandang kependidikan,
aktivitas pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah atau di luar
lingkungan formal persekolahan, setidaknya memuat 3 konsep utama, yaitu konsep
proses belajar, aktivitas luar kelas dan lingkungan.
1. Konsep
Proses Belajar :
Belajar melalui aktivitas luar kelas
adalah proses belajar interdisipliner melalui satu seri aktivitas yang
dirancang untuk dilakukan di luar kelas. Pendekatan ini secara sadar
mengeksploitir potensi latar alamiah untuk memberi kontribusi terhadap
perkembangan fisik dan mental. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan
timbal balik dengan alam, program dapat mengubah sikap dan perilaku terhadap
alam.
2. Konsep
Aktivitas Luar Kelas :
Pendekatan ini menggunakan kehidupan
di luar ruangan dan kegiatan berkemah, yang memberikan banyak kesempatan bagi
siswa untuk memperoleh dan menguasai berbagai bentuk keterampilan dasar, sikap
dan apresiasi terhadap berbagai hal yang terdapat di alam dan kehidupan sosial.
Bentuk-bentuk kegiatan luar kelas dapat berupa: berkemah, mendaki gunung,
menjelajah, memancing, memasak, mempelajari alam, tinggal di pedesaan,
primitive living, kerajinan tangan dan lain sebagainya.
3. Konsep
Lingkungan :
Konsep lingkungan merujuk pada
eksplorasi ekologi sebagai andalan mahluk hidup yang saling tergantung antara
yang satu dengan yang lain. Tujuan utama program ini adalah untuk menjelaskan
fungsi kita dalam alam semesta dan menunjukkan bagaimana menjaga kualitas
lingkungan alam untuk kepentingan sekarang dan masa yang akan datang.
C. Macam-Macam
Olahraga Petualangan
Aktivitas luar kelas tidak lepas
dari olahraga petualangan karena olahraga petualangan dilakukan di alam bebas
yang sangat sesuai dengan konsep aktivitas luar kelas itu sendiri. Sekarang ini
jenis-jenis olahraga petualangan sudah banyak dan berkembang pesat sekali.
Berikut ini beberapa jenis olahraga petualangan:
1. Hiking
Hiking adalah kegiatan lintas alam.
enurut pakar latihan fisik di AS, hiking adalah cara yang menyenangkan untuk
membentuk tubuh karena dilakukan di alam terbuka. Jadi bukan sekedar latihan
aerobik yang efektif namun juga mampu membersihkan pikiran kita. Hiking
menawarkan keseimbangan olah fisik dan olah pikiran.Kegiatan ini bertujuan
untuk mengingatkan kembali tentang betapa pentingnya kita menjaga kelestarian
lingkungan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk merefresh peserta dari
kejenuhannya selama dalam bekerja. Selain untuk merefresh diri, kegiatan
hiking juga akan sangat bermanfaat dalam menumbuhkan rasa kebersamaan diantara
peserta hiking. Selama melakukan hiking, kita akan disuguhi dengan berbagai
pemandangan alam yang menarik seperti adanya air terjun, kebun teh, kebun pinus
dan lain-lain tergantung dimana melakukan hiking. Selain membuat tubuh lebih
banyak keluar keringat, melihat pemandangan berbeda juga dapat memanjakan mata.
D. Tujuan
Aktivitas Luar Kelas
Tujuan pendidikan yang secara umum
ingin dicapai melalui aktivitas di luar ruang kelas atau di luar lingkungan
sekolah adalah:
- Membuat setiap
individu memiliki kesempatan unik untuk mengembangkan kreativitas dan
inisiatif personal
- Menyediakan latar
(setting) yang berarti bagi pembentukan sikap
- Mengembangkan
kesadaran, apresiasi dan pemahaman terhadap lingkungan alam dan bagaimana
manusia memiliki relasi dengan hal tersebut
- Membantu
mewujudkan potensi setiap individu agar jiwa, raga dan spiritnya dapat
berkembang optimal
- Memberikan
‘konteks’ dalam proses pengenalan berkehidupan sosial dengan memberikan
kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan secara langsung
- Memungkinkan siswa
mengembangkan keterampilan dan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan
luar kelas
- Menumbuhkan
pemahaman untuk secara bijak menggunakan dan melindungi lingkungan alam
- Mengenalkan
berbagai kegiatan di luar kelas yang dapat membuat pembelajaran lebih
kreatif
- Memberikan
kesempatan yang unik untuk perubahan perilaku melalui penataan latar pada
kegiatan
- Memberikan
kontribusi untuk membantu mengembangkan hubungan guru-murid yang lebih
baik melalui berbagai pengalaman di alam bebas
- Memberikan
kesempatan untuk belajar dari pengalaman langsung melalui implementasi
bebas kurikulum sekolah diberbagai area
- Memanfaatkan
sumber-sumber yang berasal dari lingkungan dan komunitas sekitar untuk
pendidikan
II. Pergaulan Bebas
2.1
Pengertian Pergaulan
Pergaulan
merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan
individu,dapat juga oleh individu dengan kelompok.Seperti yang
dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon),
yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan
dengan manusia lain.Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan
kepribadian seorang individu.
Pergaulan
yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang
positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa
kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif.
Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah
yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.
Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap
bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum
tahu apakah itu baik atau tidak.
2.2
Pengertian Remaja
Remaja
berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi
dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup
kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja
sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan
anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh
Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat
transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak
lagi memiliki status anak Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa
remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami
perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa
remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan
13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat
(1990: 23) remaja adalah: masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa.
Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya
maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan
ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah
matang Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja
(adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan
masa dewasa yang mencakup perubahan biologis,kognitif,dansosial-emosional.
Batasan
usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun
= masa remaja awal, 15 – 18 tahun = masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun
= masa remaja akhir. Tetapi Monks, Knoers, dan Haditono membedakan masa remaja
menjadi empat bagian, yaitu masa pra-remaja 10 – 12 tahun, masa remaja awal 12
– 15 tahun, masa remaja pertengahan 15 – 18 tahun, dan masa remaja akhir 18–21
(Deswita,2006:192).
Definisi
yang dipaparkan oleh Sri Rumini & Siti Sundari, Zakiah Darajat, dan
Santrock tersebut menggambarkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari
masa anak-anak dengan masa dewasa dengan rentang usia antara 12-22 tahun,
dimana pada masa tersebut terjadi proses pematangan baik itu pematangan
fisik,maupun psikologis.Masa remaja merupakan masa yang sangat penting, sangat
kritis dan sangat rentan, karena bila manusia melewati masa remajanya dengan
kegagalannya, dimungkinkan akan menemukan kegagalan dalam perjalanan kehidupan
pada masa berikutnya. Sebaliknya bila masa remaja itu diisi dengan penuh
kesuksesan, kegiatan yang sangat produktif dan berhasil guna dalam rangka
menyiapkan diri untuk memasuki tahapan kehidupan selanjutnya, dimungkinkan
manusia itu akan mendapatkan kesuksesan dalam perjalanan hidupnya.Dengan
demikian, masa remaja menjadi kunci sukses dalam memasuki tahapan kehidupan
selanjutnya.
Masa
remaja dimulai dari saat sebelum baligh dan berakhir pada usia baligh. Oleh
sebagian ahli psikologi, masa remaja berada dalam kisaran usia antara 11-19
tahun. Adapula yang mengatakan antara usia 11-24 tahun. Selain itu, masa remaja
merupakan masa transisi (masa peralihan) dari masa anak-anak menuju masa
dewasa, yaitu saat manusia tidak mau lagi diperlakukan oleh lingkungan keluarga
dan masyarakat sebagian anak-anak, tetapi dilihat dari pertumbuhan fisik,
perkembangan psikis (kejiwaan), dan mentalnya belum menjukkan tanda-tanda
dewasa. Pada masa ini (masa remaja), manusia banyak mengalami perubahan yang
sangat fundamental dalam kehidupan baik perubahan fisik dan psikis (kejiwaan
dan mental). (Menurut Abdul, hal : 2, 2009).
2.3
Pengertian Pergaulan Bebas
Pergaulan
bebas adalah salah satu kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia
adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan
hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal
relationship).Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus
dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan,
apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM.
Jadi
pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum,
norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi, kalau secara medis
kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan
norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti
saat ini. Pergaulan bebas juga dapat didefinisikan sebagai melencengnya
pergaulan seseorang dari pergaulan yang benar , pergaulan bebas diidentikan
sebagai bentuk dari pergaulan luar batas atau bisa juga disebut pergaulan liar.
2.4
Faktor Penyebab Pergaulan Bebas
Ada
beberapa faktor – dan masih ada juga faktor yg lain – yang banyak mempengaruhi
terjadinya pergaulan buruk dari kalangan anak-anak muda, yakni:
Faktor Orang Tua
Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah
berubah.System komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan
modernisasi di berbagai bidang dengan cepat memepengaruhi anak-anak kita.Budaya
hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan jamanpara orang tua masih remaja
dulu. Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tuadalam era ini.
dapat kita sebutkan antara lain:
1. Seks di mata remaja
Seks
merupakan suatu hal yang tidak lagi tabu untuk dibicarakan pada jaman kini dari
anak kecil hingga orang tua tahu apa itu seks. Begitu juga remaja masa kini,
mereka tahu apa itu seks. Tapi saying para remaja hanya sebatas tahu tentang
seks, namun tidak memahami apa seks tersebut sebenarnya. Mereka tidak mengerti
akan dampak seks tersebut.
Apa
beda antara aktivitas seks dan hubungan seks mungkin mereka juga tidak
mengerti. Perlu diketahui berpelukan dan berciuman dengan pasangan kita pun itu
sudah termasuk aktivitas seks. Untuk itu alangkah pentingnya pendidikan tentang
seks dari dini agar kita memahami sisi positif dan negatif yang ditimbulkan
oleh seks tersebut.
2. Pengaruh – pengaruh terjadinya seks bebas
2.1 Pengaruh dari dalam
Yang
dimaksud pengaruh dari dalam adalah pengaruh yang timbul dari dalam jiwa remaja
tersebut dalam mencari jati dirinya. Sifat remaja antara lain adalah selalu
ingin mencoba hal – hal baru yang belum mereka rasakan, selain itu mereka
selalu bereksperimen dengan hal – hal beru yang mereka temukan tersebut.
Ditambah lagi jiwa muda mereka yang selalu meledak – ledak membuat mereka
selalu memutuskan sesuatu hal tanpa memikirkan dengan matang mana yang baik dan
mana yang buruk bagi mereka, begitu juga halnya dengan seks. Mereka selalu
ingin mencoba dan tertantang untuk melakukan apa yang dimaksud dengan seks
tersebut tanpa memikirkan dampaknya bagi mereka.
2.2 Pengaruh dari luar
2.2.1 Pengaruh budaya asing
Kita
sebagai orang timur dahulunya sangat menjaga tata krama dalam bergaul namun
dengan masuknya budaya yang tanpa batas tata krama dan kesopanan membuat
masyarakat dan remaja kita terpengaruh sehingga tanpa kita sadari tidak ada
lagi batas antara kesopanan dan kebebasan. Hal tersebutlah yang mendorong kita
untuk berbuat dan bertingkah laku layaknya kebudayaan – kebudayaan asing
khususnya kebudayaan barat. Alangkah menyedihkan saat kita tahu bahwa banyak
remaja – remaja kita yang terpengaruh oleh dari budaya orang tersebut.
2.2.2 Pengaruh lingkungan
- Keluarga
Sebagai
ruang lingkup terkecil, keluarga mempunyai peranan yang sangat mendasar dalam
kehidupan kita termasuk remaja, seorang remaja yang kurang perhatian dari
keluarga akan berbuat seenaknya tanpa takut dilarang, dimarah maupun dinasehati
sehingga budaya – budaya atau apa saja yang mereka dapatkan di luar akan
langsung mereka telan tanpa harus menyaring dan memilah – milah mana yang baik
dan mana yang buruk bagi mereka dan sebaliknya remaja yang mendapatkan
perhatian dari keluarga akan melangkah hati – hati dalam segala hal karena
segala gerak – geriknya dinilai oleh orang tua, diawasi dan diperhatikan oleh orang
tua remaja yang terlalu dikekang kebebasannya oleh orang tua jiwa mereka akan
memberontak. Jika hal tersebut terjadi maka mereka (remaja) akan melakukan hal
yang lebih dari yang kita (orang tua) takutkan.
Untuk
itu perlunya kita tekankan kedisiplinan dan peraturan pada remaja tersebut
dalam kehidupan keluarga dengan batasan – batasan yang terlalu mengekang mereka
secara garis besar bisa kita katakan perhatian dan kasih sayanglah yang
merupakan aspek terpenting dalam keluarga demi masa depan remaja tersebut.
- Teman
Terkadang remaja lebih mempercayai teman dibanding
kelarganya sendiri. Teman dianggap tempat yang paling mengerti dengan hati
mereka (remaja), karena sesama teman mereka beranggapan akan lebih mudah
berbicara, bergaul dan berinteraksi karena mereka merasa sejiwa, seusia dan
berperasaan serta berpenilaian sama. Namun tidak semua teman yang bisa membawa
kita ke jalan yang baik. Tidak sedikit teman yang malah menjerumuskan kita ke
jalan yang buruk.
Seorang
remaja yang memiliki temamn seorang penjahat akan mudah untuk menjadi penjahat
juga. Seorang remaja yang memiliki teman yang pergaulannya bebas akan mudah
terpengaruh bergaul bebas juga namun seorang remaja yang memiliki teman
berakhlak serta berbudi luhur untuk berperilaku sama dengan temannya. Karena
itu perlunya kita pandai – pandai dalam memilih teman.
- Sekolah
Di
sekolah para guru merupakan contoh atau tauladan bagi muridnya untuk itu
perlunya sosok seorang guru yang bisa dijadikan contoh bagi mereka, seorang
guru yang berpenampilan penuh kebebasan, berperilaku buruk, bertutur kata yang
seenaknya dalam mengajar atau mempunyai pergaulan bebas di luar sekolah akan
mudah di contoh oleh murid – muridnya dan begitu juga sebaliknya.
Berbicara
soal disiplin di sekolah perlu sekali ditekankan kedisiplinan di sekolah
tersebut. Contohnya dengan larangan berbaju dan bercelana ketat di sekolah,
larangan penggunaan rok di atas lutut maupun larangan penggunaan make – up ke
sekolah atau di sekolah. Larangan – larangn tersebut akan memperkecil dampak
dari pengaruh pergaulan dan seks bebas. Remaja wanita merupakan subjek utama
dalam pelanggaran – pelanggran seks, dari riset yang dilakukan para ahli di
dunia 62% terjadinya seks bebas karena mudahnya wanita dirayu oleh pria (suka
sama suka), 17% karena dipaksa oleh pasangan prianya, 10% karena tuntutan biaya
hidupnya, 8% karena kriminalitas dan 3% karena disebabkan oleh narkotika.
Untuk
itu seorang remaja wanita perlunya memiliki keimanan yang kuat agar tidak mudah
dirayu oleh pasangan prianya atau jika perlu remaja wanita hendaknya memiliki
keahlian bela diri untuk menanggulangi terjadinya pemaksaan dan memperkecil
angka kejahatan seksual terhadap wanita. Perlu diketahui wanita adalah tiang
negara apabila runtuh akhlak wanita di negara tersebut runtuh pulalah negara
tersebut. Dan 75% penghuni neraka adalah wanita.
2.2.3 Pengaruh perkembangan teknologi
- Media Massa
Pada
masa kini banyak sekali beredar majalah – majalah, tabloid maupun surat kabar
yang dengan bebas menampilkan gambar – gambar seronok, porno atau semi porno
contohnya majalah play boy, ekstravaganza, tabloid hot, buah bibir, MOM Plus
dan lain – lain. Dengan bebasnya majalah – majalah dan tabloid – tabloid
tersebut memasang gambar atau cover yang semi porno atau setengah bugil
khususnya gambar – gambar tubuh wanita berbikini, bergaun transparan, atau
tubuh polos tanpa sehelai benangpun. Gambar – gambar atau artikel tersebut akan
merangsang para remaja untuk dapat mencoba bagaimana jika itu nyata dan dapat
mereka rasakan.
Majalah
– majalah dan tabloid – tabloid yang berunsur ponografi tersebut tidak sulit
untuk didapatkan oleh remaja – remaja karena dijual dengan bebas di pasaran.
Entah apakah tidak ada larangan dari pemerintah tentang hal itu atau memang
pemerintah menutup matanya. Hanya mereka yang tahu.
- Media Elektronik
Dengan
berkembangnya teknologi elektronik yang pesat, berkembang pulalah pengetahuan
remaja dalam segala hal termasuk pornografi yang mempengaruhi pergaulan dan
kehidupan seks para remaja. VCD porno dengan mudah kita dapatkan di pasaran.
Film – film yang mempertontonkan hubungan seks tersebut mempengaruhi otak
remaja untuk mencoba hal – hal yang mereka lihat. Ditambah lagi film – film
yang disiarkan televisi – televisi yang mengandung unsur pornografi walapun
kecil dan sanga mudah mempengaruhi para remaja. Plus perkembangan teknologi
internet di komputer. Banyak sekali website – website porno yang dengan mudah
bisa kita buka di internet. Hal – hal tersebut sangat berpengaruh sekali dalam
kehidupan remaja khususnya dalam terjadinya pergaulan dan seks bebas di
kalangan remaja.
3. Narkoba dalam pergaulan pergaulan remaja
Bahaya
narkoba kini sedang mencengkeram kehidupan remaja. Seperti halnya seks bebas,
remaja yang mempunyai sifat ingin tahu dan jiwa yang labil membuat mereka
terjerembab dalam lembah narkoba. Mereka selalu ingin merasakan hal baru
termasuk narkoba. Remaja yang tertekan pun akan sangat mudah terjerumus dalam
bahaya narkoba. Karena itu sekali lagi perhatian dan kasih sayang sangat berperan
dalam hal ini.
2.6
Solusi (Pencegahan) Pergaulan Bebas
Pergaulan
bebas memang sangat meresahkan, tidak hanya orang tua saja, tetapi masyarakat
pun juga dibuatnya resah. Hal ini dapat dikurangi bahkan dapat dicegah dengan
cara – cara berikut :
1.
Pentingnya
kasih saying dan perhatian yang cukup dari orang tua dalam hal dan keadaan
apapun.
2.
Pengawasan
dari orang tua yang tidak mengekang. Pengekangan terhadap seorang anak akan
berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya. Di hadapan orang tuannya dia akan
bersikap baik dan patuh, tetapi setelah dia keluar dari lingkungan keluarga,
dia akan menggunakannya sebagai pelampiasan dari pengekangan itu, sehingga dia
dapat melakukan sesuatu yang tidak diajarkan orang tuannya.
3.
Seorang anak
hendaknya bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda 2 atau 3 tahun baik
lebih tua darinya. Hal tersebut dikarenakan apabila seorang anak bergaul dengan
teman yang tidak sebaya yang hidupnya berbeda, sehingga dia pun bisa
terpengaruh gaya hidupnya yang mungkin belum saatnya untuk dia jalani.
4.
Pengawasan
yang lebih terhadap media komunikasi, seperti internet, handphone, dan
lain-lain.
5.
Perlunya
bimbingan kepribadian bagi seorang anak agar dia mampu memilih dan membedakan
manayang baik untuk dia maupun yang tidak baik.
6.
Perlunya
pembelajaran agama yang diberikan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi
tempat ibadah sesuai agamanya.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat
disimpulkan bahwa betapa pendidikan Aktivitas luar kelas sangat penting dan
perlu sekali dikembangkan terutama para peneliti olahraga atau mahasiswa
olahraga untuk mendalami aktivitas luar kelas. Karena melihat dari hal yang
bisa didapat dari kegiatan yang disediakan oleh aktivitas luar kelas. Kegiatan
dari aktivitas luar kelas ini juga sangat mudah dilakukan tidak memerlukan
biaya yang mahal tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Sekarang ini sangat
banyak olahraga yang bisa dipraktekan dalam aktivitas luar kelas, kita
tinggal memilih yang mana yang pantas dilakukan sesuai dengan tingkat
umur dan pendidikannya.
Pergaulan remaja yang bebas
sebenarnya dikarenakan oleh segala macam perkembangan yang di salah artikan
oleh remaja itu sendiri maupun lingkungannya.
Pergaulan mempunyai pengaruh yang
besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan
itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun
pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar
individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif. Sedangkan
pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang
harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya.
Refrensi
http://www.anneahira.com/olahraga/surfing
http://id.wikipedia.org/wiki/Lompat_bungee
http://www.ciwangunindahcamp.com/
http://anjartri-oe.blogspot.com/pendidikan-luar-kelas-pada-pelajaran.






0 komentar:
Post a Comment